Saut Blog

Just another WordPress.com weblog

Pupuk Terbaik Aglaonema

Banyak persepsi yang mengatakan kalau aglaonema harus menggunakan unsur yang netral/seimbang saat pemberian unsur makro, terutama NPK. Namun sebenarnya, ada dua unsur yang memberikan efek paling berpengaruh pada tampilan aglaonema dewasa. Fosfor dengan simbol P dan kalium dengan simbol K, keduannya merupakan kunci mendapatkan aglaonema berkualitas.

Unsur NPK (Nitrogen Fosfor Kalium) memang unsur makro yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan, sehingga hampir semua pupuk akan mengambil unsur ini sebagai poin penting. Hanya yang membedakan adalah jumlah komposisi dan kandungan zat terlarut yang dimasukkan.

Kondisi perbedaan komposisi NPK memang harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan tahapan usia tanaman. Sebab saat bibit, remaja, dewasa, dan indukan punya kebutuhan unsur makro yang tak sama. Jadi untuk perkembangan maksimal, kebutuhan pupuk juga harus menyesuaikan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan.

Aglaonema memang unik, karena pertumbuhan tanaman diupayakan untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan mampu mengeluarkan karakter warna. Di sini, kebutuhan kedua faktor itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan unsur P dan K yang mempunyai komposisi lebih besar. Namun bukan berarti Nitrogen (N) dilupakan, karena unsur ini tetap dibutuhkan, tapi untuk usia aglaonema dewasa kebutuhan unsur ini tak terlalu besar.

Unsur P dalam bentuk H2 PO4-HPO4 2 -sangat penting untuk proses respirasi yang ada di bawah permukaan daun melalui stomata. Selanjutnya untuk regenerasi, yaitu membentuk pembelahan sel. Fosfor juga berperan penting dalam penyusunan asam nukleat dan molekul ATP untuk transfer energi.

Baik bila terjadi proses yang terjadi di permukaan daun, seperti respirasi dan transfer energi, maka otomatis struktur yang dimiliki juga mengikutinya. Pada daun aglaonema akan membuat daun terlihat lebih mengkilat dan warna lebih keluar. Sebab, P juga mendukung proses fotosintesis sebagai pabrik pengolahan makanan di tanaman.

Gejala kekurangan unsur P akan menyebabkan,warna hijau daun lebih gelap dari yang normal. Selain itu, daun di bagian bawah sering berwarna keunguan, terutama diantara tulang-tulang daun. Parahnya, di tahap kritis daun akan terlihat rapuh dan mudah layu, seperti tak mempunyai kekuatan untuk berdiri dan akhirnya menghambat pertumbuhan daun baru aglaonema.

Dari paparan itu, jelas penting untuk memenuhi kandungan P dalam pot aglaonema. Sebab, sebagai tanaman yang dipelihara dalam pot sirkulasi unsur hara lebih rendah dibandingkan penanaman dalam tanah, sehingga wajib diberikan unsur tambahan dengan memberikan pupuk NPK. Selain dari kimia, unsur P secara organik bisa ditambahkan dari humus daun bambu, tapi harap dijaga sterilisasinya untuk menghindari bakteri masuk

Unsur lain yang juga memegang peranan penting adalah Kalium (K) dalam bentuk ion K+ yang larut dalam air tanah. Kalium akan memberikan bantuan untuk pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, juga memperkuat jarngan tanaman sekaligus membentuk anti-bodi untuk melawan penyakit. Unsur ini juga ikut mengaktifkan enzim, terutama yang terkonsentrasi pada jaringan meristem.

Kekurangan unsur ini jelas akan membuat tanaman mudah terserang penyakit dan ini tentu akan merusak keindahan aglaonema. Struktur daun bisa berubah dan berwarna kuning dimulai dari tepi daun menuju ke pusat/tengah dan akhirnya mati. Di bagian akar akan menyebabkan kekerdilan yang berujung berkurangnya kemampuan untuk menyerap makanan, sehingga tanaman akan kekurangan nutrisi.

Menghindari hal itu, tentu harus ada asupan lebih unsur K yang membuat tanaman tahan penyakit dan punya struktur kuat, baik dari batang, tangkai daun maupun daun.
Untuk memilih kadar P dan K yang lebih tinggi, caranya mudah. Selain bertanya pada pejual, bisa juga dilihat pada kemasan. Saat membeli pupuk, pasti akan terlihat tiga kombinasi angka yang sejajar. Contohnya 10-15-18, kombinasi ini menandakan kadar unsur secara berurutan, mulai dari N, P, dan K. Jadi, kadar unsurnya adalah N-10%, P-15% dan K-18%.

August 27, 2008 Posted by | Plants | , , | Leave a comment

AGLAONEMA: LEMBARAN DAUN BERNILAI TINGGI


Aglaonema never die, begitu kata orang. Maklum, aglo adalah tananaman hias daun yang dikenal kaya motif dan warna. Hibrid terbarunya terus bermunculan. Selain bisa mengurangi stres, meningkatkan gengsi, tanaman ini juga bisa menghasilkan uang. Yang penting, harganya stabil.

Tanaman dengan daun berbagai motif dan warna ini diprediksi menjadi tanaman favorit hingga akhir tahun. Gengsinya pun kian melambung. Jenis Tiara, satu daun dihargai Rp5 juta.

Bagi sebagian orang, tanaman dapat menjadi alat penghilang stres mujarab. Khususnya, bagi penghuni wilayah perkotaan. Hobi ini bisa membuat seseorang melupakan sejenak kesibukan sehari-hari dan tenggelam dalam indahnya keasrian alam. Selain identik dengan bunga, tanaman tidak bisa dipisahkan dengan daun.

Bahkan, saat ini ada jenis tanaman daun yang selain bisa menghilangkan stres, juga bisa menghasilkan uang, aglaonema namanya. Aglaonema atau aglonema, lebih dikenal dengan nama sri rejeki. Tanaman berdaun cantik ini merupakan varian tanaman dari family araceae. Genus aglaonema yang juga disebut Chinese evergreen ini terdiri dari sekitar 30 spesies.

Habitat asli tanaman ini berada di bawah hutan hujan tropis sehingga tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembapan tinggi. Saat ini berbagai macam aglaonema hibrida telah dikembangkan di dunia, termasuk di Indonesia. Dari pengembangan ini dihasilkan tampilan tanaman yang sangat menarik. Hibrida dari bermacam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies- spesies alami.

Dari hasil pembiakan ini, kemudian banyak pengoleksi tanaman jatuh hati pada tanaman tropis ini. Tanaman aglaonema atau Sri Rejeki ini memiliki ragam spesies yang cukup banyak. Nama-nama seperti aglaonema commutatum, yang bentuk daunnya seperti mata tombak dan berwarna hijau, dengan panjang daun sekitar 20 cm dan lebar 5 cm. Jenis aglaonema ini mempunyai beberapa varietas terkenal, seperti aglaonema commutatum maculatum.

Jenis ini memiliki daun hijau gelap dengan sirip-sirip keperakan yang temaram. Juga aglaonema commutatum treubi, berdaun hijau kebiru-biruan. Lalu, aglaonema pseudo bracteatum, yang berdaun hijau dengan sirip kekuningan. Ada pula aglaonema costatum, yang bentuk daunnya berbentuk hati, berwarna hijau bersinar dengan bintik-bintik putih.

Dikenal pula aglonema crispum, warna daun agak kelabu dengan tepi hijau lunak. Yang tak kalah menarik adalah aglonema rotundum, berasal dari dalam hutan di Sumatera, dengan ciri khas daunnya berwarna merah gelap dengan garis-garis merah marun. Nama-nama seperti Donacarmen, pride of Sumatra, tiara, Rainamira, Hot Lady, dan lainnya, masih menjadi label aglaonema yang ada di Indonesia.

“Sampai saat ini, harga kisaran Rp50 ribu–Rp200 ribu per daunnya masih menjadi pasar terbesar aglaonema. Nama-nama seperti Donacarmen, Pride of Sumatra, Lady Valentine, dan Hot Lady masih menjadi favorit di pasar. Sepertinya, selama dua tahun belakangan ini harga masih relatif stabil sampai akhir 2007,” ujar pengusaha tanaman Sarmili.

Tanaman aglaonema memiliki tingkatan harga yang bervariasi, dari Rp. 1.500 per daun untuk jenis donacarmen hingga Rp. 5 juta per daun seperti jenis Tiara. Harga yang fantastis untuk sebuah tanaman, setiap tanaman bisa berupa bibit dengan satu atau dua daun atau yang telah rimbun.

Tanaman aglaonema merupakan jenis tanaman tropis yang relatif tidak terlalu sulit dalam merawatnya. Termasuk dalam pembiakannya, tanpa perlu melakukan teknik khusus dengan waktu yang relatif singkat antara 4–5 bulan bisa menghasilkan tunas baru. Dari tunas ini kemudian bisa dipisahkan dari induknya untuk menjadi individu baru.

August 25, 2008 Posted by | Plants | , , , | 1 Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.