Mandela Tak Lagi Jadi Teroris
Demikian pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih, Selasa (1/7) atau Rabu waktu Indonesia. Dokumen undang-undang itu dikirim ke Gedung Putih pekan lalu dan ditandatangani tepat pada saat pemimpin anti-apartheid dan penerima hadiah Nobel perdamaian berulang tahun ke-90, 18 Juli.
“Sekarang ini AS telah melangkah lebih dekat untuk menghilangkan rasa malu karena tidak menghormati pemimpin besar itu dengan memasukkannya dalam daftar pengawasan teror kami,” kata Senator John Kerry setelah penyataan tersebut disetujui.
Ketika pernyataan yang sama disahkan kongres bulan lalu, Barbara Lee, seorang Demokrat California yang bersama mensponsorinya, mengaku sangat senang. “Kami mengambil langkah penting ini untuk membetulkan kesalahan yang tak dapat dimaafkan ini,” katanya.
Lee dan yang lain mengatakan, perundangan yang diperkenalkan pada 1980-an ketika Ronald Reagan menjadi presiden itu menyalahi zaman. Mandela tidak disebut dicap sebagai pahlawan dan pejuang kemerdekaan, tetapi sebagai teroris.
Lee mengingat bahwa berdasar perundangan itu, ANC dapat melakukan perjalanan ke markas besar PBB di New York, tapi tidak dapat ke Washington DC atau bagian lain di AS. April, Menlu AS Condoleezza Rice mendesak komisi senat membatalkan pembatasan terhadap partai ANC. “Masalah yang cukup memalukan yang saya masih harus lepas pada timpalan saya sendiri, menteri luar negeri Afrika Selatan, belum lagi pemimpin besar Nelson Mandela,” katanya.
Ratu Elizabeth II Terperosok ke Urutan 12 Daftar Kekayaan Forbes

Raja Bhumibol Adulyadej berhasil menggeser posisi Sultan Bolkiah dari urutan pertama daftar raja terkaya versi Forbes itu. Kekayaan raja yang terlama di dunia dalam memegang kekuasaannya itu meningkat hingga 7 kali lipat mulai tahun lalu sejak adanya peningkatan transparansi terhadap laporan kekayaannya.
Daftar orang kaya yang dikeluarkan oleh Forbes didominasi oleh raja-raja di Timur Tengah yang berlimpah kekayaan di tengah lonjakan harga minyak dunia. Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan dari Uni Emirat Arab berada di urutan kedua dengan jumlah kekayaan 23 miliar dollar AS. Sheikh Khalifa bin Zayed al-Nahayan disebut-sebut sebagai raja terkaya dari seluruh raja di Timur Tengah.
Berdasarkan daftar kekayaan yang dikeluarkan Forbes, Raja Abdullah dari Arab Saudi berada di urutan ketiga, sementara Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam dan Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum dari Dubai dengan jumlah kekayaan bersih sebesar 18 miliar dollar AS berada di urutan ke-4 dan ke-5.
Kekayaan para raja tersebut berasal dari warisan atau posisi kekuasaan. Kekayaan tersebut terkadang berasal dari uang yang mereka peroleh dari bentuk upeti yang diterima oleh negara atau wilayah kekuasaan mereka. Karena alasan tersebut, tidak seorang pun dari 15 raja terkaya yang ada di daftar Forbes masuk kualifikasi sebagai miliuner terkemuka dunia.
Sementara itu, Ratu Elizabeth II yang tahun lalu masih berada pada urutan 11, saat ini berada pada urutan ke-12. Namun, hal itu bukan berarti kekayaan Ratu Elizabeth menurun, tetapi sebaliknya, justru mengalami kenaikan dari 302 juta poundsterling menjadi 349 juta poundsterling. Ratu Elizabeth tergeser posisinya dari daftar kekayaan yang dikeluarkan Forbes hanya karena jumlah kekayaannya belum dapat menyaingi jumlah kekayaan dari raja-raja yang berada pada peringkat di atasnya.







